Arti Di Balik Warna Keputihan

chicmagz.com – Selain bisa menimbulkan perasaan lembap dan tidak nyaman, keputihan juga bisa menjadi salah satu penanda Anda menderita jenis penyakit tertentu. Menurut Dr. Lisa Masterson, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Santa Monica, Amerika, setiap perempuan perlu mewaspadai keluarnya cairan vagina yang tidak normal dari dalam tubuhnya. “Pasalnya, amat mungkin itu merupakan gejala penyakit serius, mulai dari infeksi jamur sampai kanker serviks,” ujar dokter merangkap pemandu acara kesehatan televisi berjudul The Doctor ini. Berikut arti di balik warna keputihan.

1. Bening

Secara berkala, vagina akan melakukan mekanisme pembersihan sendiri dengan cara mengeluarkan cairan. Keluarnya cairan vagina dalam kondisi normal ini seringkali disebut pula keputihan karena penyebab fisiologis. Jenis keputihan yang normal ini biasanya dialami oleh perempuan yang sedang memasuki masa subur. Tapi terkadang, keputihan bisa juga muncul ketika seseorang tengah dilanda stress, kepanasan, atau ketika sedang banyak beraktivitas. Keputihan juga bisa dialami oleh mereka yang sedang hamil akibat perubahan kadar hormon di dalam tubuh. “Pada keputihan yang normal, cairan vagina yang keluar berwarna bening, relatif encer, tidak berbau, tidak mengakibatkan gatal, dan jumlahnya tidak terlalu banyak,” kata Dr. Masterson.

2. Putih

Cairan vagina berwarna putih susu biasanya keluar pada saat menjelang dan setelah masa menstruasi. Setelah kering, terkadang cairan ini meninggalkan jejak berupa warna kuning muda pada pakaian dalam. Apabila keluarnya cairan tidak disertai dengan keluhan gatal dan munculnya aroma yang tidak sedap, maka Anda tidak perlu khawatir. Namun jika sebaliknya, maka ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya infeksi jamur.

(Baca juga : Kenali Gejala Keputihan)

3. Kuning

Jenis keputihan yang berwarna kekuningan hingga kuning pekat kemungkinan merupakan penanda adanya infeksi jamur candida ataupun infeksi akibat bakteri “jahat”. Infeksi jamur bisa terjadi akibat sejumlah kondisi, misalnya konsumsi antibiotika yang bisa mempengaruhi tingkat keasaman di daerah vagina, penyakit diabetes, serta cara membersihkan vagina yang kurang tepat. Sedangkan, infeksi bakteri bisa terjadi akibat masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui pemasangan alat KB yang tidak steril serta hubungan seks yang tidak aman.

4. Hijau

Jika Anda mengalami keluarnya cairan vagina yang berwarna hijau dalam jumlah banyak, segeralah temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang dibutuhkan. Terlebih jika munculnya cairan keputihan diikuti pula dengan aroma tidak sedap dan rasa nyeri pada area Miss V. Hal ini bisa menjadi penanda terjadinya infeksi bakteri ataupun infeksi akibat protozoa. Pada kasus infeksi yang parah, keputihan akan disertai pula oleh rasa panas dan gatal di sekitar vagina yang akan semakin membuat Anda merasa tidak nyaman.

(Baca juga : Cegah Keputihan Sedari Awal)

5. Cokelat

“Warna kecokelatan biasanya timbul akibat tercampurnya sedikit darah ke dalam cairan vagina. Karenanya, kondisi ini terbilang normal jika Anda mengalaminya pada akhir periode menstruasi atau pun pada minggu-minggu pertama masa kehamilan,” jelas Dr. Masterson. Tapi perlu dicatat, arti dari warna keputihan ini bisa juga menjadi pertanda adanya penyakit berbahaya apabila disertai dengan bau anyir dan rasa nyeri pada daerah pinggang dan bokong. Bisa jadi, ini adalah gejala awal penyakit radang panggul ataupun kanker serviks.

6. Abu-abu

Cairan keputihan berwarna abu-abu yang sedikit encer dan disertai pula dengan rasa gatal yang amat mengganggu, bau amis, serta pembengkakan di daerah vagina kemungkinan disebabkan oleh infeksi bakteri gardnella yang berbahaya. Terkadang jenis keputihan berwarna abu-abu ini juga muncul disertai buih atau gelembung udara. Keputihan yang diakibatkan oleh bakteri dapat disembuhkan secara tuntas dengan konsumsi antibiotik selama jangka waktu tertentu.

 

(Nayu Novita/Turi)

Foto : Thinkstock

 

Exit mobile version